Para ibu hamil saat mengikuti kelas hipnoterapi di Kecamatan Malangke Barat baru-beru ini di bawah bimbingan dokter dan bidan
Masamba --- Kabar gembira bagi ibu hamil di Kabupaten Luwu Utara.
Mereka tak perlu lagi merasa khawatir akan adanya emesis (ngidam) yang
biasanya dirasakan di awal kehamilan. Pun tak perlu khawatir menghadapi
proses persalinan. Dinas Kesehatan Luwu Utara kini telah menyiapkan
tenaga khusus untuk membantu pasien ibu hamil dalam menghadapi dua
kondisi tersebut. Namanya Tim Hipnoterapi yang disebar di seluruh desa
dan puskesmas. Bahkan metode ini pertama kali dilakukan di Indonesia.
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas
Kesehatan, Anjas Rusli, saat ditemui di Aula Hotel Remaja Indah, Selasa
kemarin.
“Kita menyiapkan tim hipnoterapi untuk membantu para ibu
hamil menghadapi emesis, yaitu suatu kondisi di mana ibu hamil
merasakan mual bahkan muntah yang berakibat pada hilangnya nafsu makan,
yang tentu berefek pada kondisi bayi mereka,” ujar Anjas. Bukan itu
saja, tim hipnoterapi juga membantu pasien melahirkan dalam keadaan
tenang, tidak panik, dan tentunya mengurangi rasa sakit. “Tim ini juga
membantu ibu hamil melahirkan dalam keadaan tenang dan mengurangi rasa
sakit,” terang Anjas seraya mengungkapkan bahwa metode ini pertama kali
dilakukan di Indonesia.
Tim ini, kata Anjas, bermaterikan para
dokter dan bidan yang telah dilatih khusus selama lima hari. Mereka
untuk tahap awal telah disebar di empat kecamatan, yakni Bone-Bone,
Sukamaju, Masamba dan Malbar. “Tim ini kita sudah coba di empat
kecamatan. Tidak ada pasien yang menolak, bahkan semuanya mau melakukan
metode yang kita tawarkan, dan hasilnya tidak ada yang gagal. Contoh
kasus di Malbar, sorang ibu hamil yang seharusnya dirawat, tapi karena
tim hipnoterapi melakukan relaksasi, maka tidak jadi dirawat,” ungkap
Anjas lagi.
Ditanya bagaimana cara kerja hipnoterapi ini, Anjas
menjawabnya dengan lugas. “Cara kerja tim hipnoterapi ini adalah mereka
(ibu hamil) sendiri yang melakukan tapping, ada saraf-saraf mulai di
wajah, mata, hidung dan bagian wajah lainnya yang mereka ketuk secara
ringan dengan ujung jarinya. Tim Hipnoterapis kita yang memandu mereka.
Setelah mereka melakukan tapping, baru kemudian dihantar dengan
relaksasi dengan diiringi musik,” jelas Anjas dengan lugas dan tenang. (LH/HMS)